Profile:

Sepakat untuk menyalurkan pemikiran, hobi, dan hidup dalam bermusik tanpa pagar pengaruh luar yang terlalu tinggi. Artinya, bermusik tidaklah harus mengatasnamakan aliran tertentu. Eyeliner adalah Eyeliner. Suara yang tergabung dalam musik Eyeliner berasal dari personel pribadi. Pengaruh tetap ada tetapi pengaruh individual seperti band-band brit pop, brit rock, rock alternative, grunge, nu metal, garage, industrial, synthpop, experimental, gothic, dan masih banyak lagi, menjadi pengaruh global dan tercampur menjadi suatu yang baru. Dipengaruhi latar belakang Kocha dan Do yang sejak lama mempunyai proyek musik digital, dan minat Age untuk memasukkan unsur elekronik industrial dan synthpop dalam format band, sejak saat itu terbentuklah Eyeliner baru. Mereka menyebutnya dark wave pop industrial; lagu-lagu dengan syair kelam bersifat hubungan manusia dengan Tuhan secara non religi, dengan nuansa industrial yang dikemas dengan suara-suara synthesizer dan hard beat sequencer serta sampling-sampling yang mengiringi distorsi dua gitar, masih dalam lingkup pop sehingga mudah dicerna.

Untuk melengkapi formatnya, Pada tahun yang sama, Taya masuk kembali untuk mengoperasikan synthesizer. Eyeliner dengan format empat personel Do(vokal), Kocha (gitar), Age (gitar) dan Taya (sequencer + synthesizer) yang masing-masing bernama panggung Konstanta, Fu Kocha, Subnet 6 dan Levi ini yang bertahan hingga sekarang. Sebuah Album berhasil diproduksi dibawah bendera CW9C Records yang didistribusikan secara gerilya ala indie. Album yang bertitel Tracesectional ini dianggap sebagai warna Eyeliner. Sebuah langkah awal yang besar untuk memasuki industri musik lokal, nasional dan global.

http://www.eyeliners.org
http://www.myspace.com/eyelinersound