
20 Mei 2009 ; 22:55 wib
Elex Yo Ben (EYB), mereka adalah duo idealis Dionys Dhewanindra dan Rhindra Suspa yang mencoba menghasilkan karya musik dengan nuansa berbeda. Dua orang sutradara dan pekerja film muda melahirkan sebuah project album video music yang terdiri dari 10 materi klip dan diberi tajuk "Gending Bejad".
Ditengah-tengah kesibukan mereka, jurnalis DW berhasil mewancarai mereka (20/5). Ketika disinggung mengenai Album pertama mereka "Gending Bejad" , Dion menegaskan bahwa mereka puas dengan penjualan sampai 5000 copy meskipun mereka bermodalkan rekaman dan distribusi sendiri . "Cukup lah untuk modal bikin album kedua.. hahaha" ujar Dion mencoba menghibur.
Pembajakan dalam format Mp3 dan video tidak bisa dihindari di album pertama mereka, tapi setidaknya ada indikasi bahwa materi-materi lagu di album pertama mereka bisa diterima masyarakat. Langkah pembebasan download MP3 secara gratis pun akhirnya mereka lakukan di blog pribadi EYB.
Saat ditanya mengenai persiapan album ke-2 mereka, pihak EYB pun sepertinya bersemangat untuk langsung memberikan komentar. "Kami akan balas dendam di album kedua ini!" ujar Dion bersemangat. Balas dendam ? Berawal banyaknya kawan-kawan media dan kreatif menganggap EYB itu band humor yang bergenre metal, padahal sangat bukan yang lirik-liriknya sesungguhnya Karikatural (sesuatu yang serius tapi dianggap lucu : red). Untuk itu di album kedua, mereka tidak mengulangi "kecelakaan" itu terjadi lagi.
Melalui Album kedua bertajuk "Antologi Jiwa-Jiwa" yang rencananya akan rilis sekitar pertengah an tahun ini, EYB mencoba memberikan suguhan yang bisa mengubah paradigma media akan album pertama mereka. Persiapan pun sudah dilakukan oleh EYB untuk album terbaru mereka ini bahkan mereka hampir memindahkan semua peralatan studio dari studio lama di depok ke temanggung jawa tengah karena ingin mendapat atmosfer baru.
Seperti kebanyakan band atau artis yang "ketakutan" saat mengeluarkan album kedua, EYB menegaskan akan selalu optimis dan memberikan yang terbaik buat pecinta musik EYB, khususnya yang sudah suka dengan album pertama mereka.
EYB yang dikenal selama ini mempunyai gaya bermusik dengan idealisme sendiri, saat ditanya mengenai isitilah musik melayu di industri musik indonesia yang saat ini banyak silang pendapat, EYB hanya menegaskan apapun musiknya harusnya musik kita bisa menjadi barometer bagi negara-negara lain, seperti dulu lagu-lagu indonesia jaya se asian dan seharusnya sekarang bisa seperti dulu.
EYB dengan single-single andalan seperti Girls Rock Nisan, My Wife Dangerous, Perangkap Rock Roll tentunya akan ditunggu oleh para fans EYB dengan gebrakan album kedua mereka. Di akhir wawancara sebelum jurnalis DW berpamitan, Dion menambahkan Kita bisa membangun bangsa ini tanpa harus berpolitik, bermusik juga bisa mengharumkan bangsa ini! Wow.. patut dicontoh band yang seperti ini.
Kalau kamu sebagai fans EYB, bersiaplah balas dendam dari EYB!
aw - djwirya.com









